Sabtu, 21 Januari 2012

Perjalanan Hidup

Pada suatu hari sepasang suami istri sedang makan bersama di rumahnya.Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk oleh seorang laki-laki berpakaian lusuh. Melihat keadaannya, si istri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya, sebagai seorang wanita yang sholihah dan patuh pada kepada suaminya, dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya, “Wahai suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada laki-laki itu ?”
Rupanya suaminya memiliki karakter yang berbeda dengan wanita itu. Dengan suara lantang dan kasar menjawab, “Tidak usah ! Usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!”
Si wanita terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada si laki-laki tadi sehingga dia berlalu dan kecewa.

Pada suatu hari yang naas perdagangan suaminya jatuh bangkrut. Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena ketidak cocokan sifat dengan istrinya, rumah tangganya menjadi berantakan sehingga terjadilah perceraian. Tak lama sesudah habis masa iddahnya mantan istri lelaki yang pailit itu menikah lagi dengan seorang pedagang di kota dan hidup berbahagia.

Pada suatu hari ketika wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang baru), tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang laki-laki yang berpakaian lusuh & kotor, dan sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya, “Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada laki-laki ini ?” Suaminya menjawab, “Yaa… Berikanlah ia makan !”.

Setelah memberi makanan, istrinya masuk ke dalam rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan heran dan bertanya kepadanya, “Mengapa engkau menangis ? Apakah engkau menangis karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepadanya ?”. Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih, “Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan taqdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah engkau siapa laki-laki yang ada di luar itu ? Dia adalah suamiku yang pertama dulu”. Mendengar keterangan istrinya demikian, sang suami sedikit terkejut, tapi segera ia balik bertanya, “Dan engkau, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini ? Aku adalah seorang laki-laki yang dulu diusirnya !”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar